Indonesian English

PUBLIC SUMMARY

HASIL MONITORING DAN EVALUASI TAHUN 2012


Ringkasan ini merupakan intisari dari kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang rutin dilaksanakan oleh PT Roda Mas Timber Kalimantan setiap tahunnya. Tujuan dari kegiatan monev ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemajuan yang telah dicapai oleh perusahaan dalam mencapai target yang disepakati bersama, dan menjadi instrumen dalam memperbaiki kinerja perusahaan. Ringkasan ini memuat ikhtisar monev dari beberapa bidang kerja perusahaan.

1. PERENCANAAN HUTAN
a. Pemeliharan Tata Batas

 Pada tahun 2012 telah dilakukan pemeliharaan tata batas areal IUPHHK-HA sepanjang 25.000 meter. Pemeliharaan tata batas diprioritaskan untuk lokasi yang bersinggungan dengan operasional RKT ke depan dan/atau lokasi-lokasi strategis lainnya seperti batas persekutuan dengan areal IUPHHK-HA lain.

b. Penataan Areal Kerja (PAK), Inventarisasi Tegakan Sebelum Penanaman (ITSP) dan Survey PWH
Pembuatan batas blok dan petak/PAK tahun 2012 terealisasi seluas 1.841 Ha. Pelaksanaan ITSP meliputi sensus pohon (100%) dan pengukuran untuk pemetaan topografi skala 1 : 1000 atau 5.000, dimana perusahaan telah menerapkan pembalakan ramah lingkungan (RIL). Survey PWH meliputi perencanaan "Lay Out RIL" di atas peta kontur dan pohon, kemudian dilaksanakan pengukuran dan penetapan jalan utama, jalan cabang serta jalan ranting dan jalan sarad di lapangan.

2. PRODUKSI & PEMASARAN KAYU BULAT
Pada tahun 2012 produksi kayu bulat PT Roda Mas Timber Kalimantan mencapai 42.607 M3 atau 95% dari target. Pemasaran kayu bulat diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku industri terkait, yaitu PT. Tirta Mahakam Resources, Tbk di Samarinda. Penjualan kayu bulat pada tahun 2012 berasal dari sisa stock akhir tahun 2011 sebanyak 16.852 m3 dan hasil produksi reguler dari Blok RKT tahun 2012, dengan realisasi sebanyak 48.449,75 m3 atau tercapai 103% dari target sebanyak 47.000 m3.

3. PEMANENAN
PT Roda Mas Timber Kalimantan dalam kegiatan pemanenan kayu telah menerapkan RIL (Reduced Impact Logging), sebagai upaya untuk menuju pengelolaan hutan produksi lestari.
Semenjak tahun 2000 ujicoba dan studi RIL telah dilakukan perusahaan, dari hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RIL diperoleh gambaran bahwa penerapan sistem RIL berpeluang memberikan beberapa manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung diantaranya :
1. Meningkatkan produktivitas produksi
2. Memperkecil tingkat kerusakan alat-alat berat
3. Meningkatkan profesionalisme dan prestasi kerja
4. Meningkatkan fungsi pengawasan dan evaluasi yang efektif.
5. Memperkecil tingkat kerusakan terhadap tanah, permudaan dan tegakan tinggal.
Perusahaan telah mendapatkan sertifikat Legal Of Verified With Chain Of Custody dari Tropical Forest Foundation/TFF No. A06240, dalam Perencanaan dan Pelaksanaan RIL.

Penerapan RIL diawali dengan kegiatan perencanaan pemanenan kayu yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu penebangan dan penyaradan yang berpedoman pada peta pemanenan kayu, pembagian batang, penandaan identitas kayu dan pengangkutan.
Untuk peningkatan kapasitas SDM dalam penerapan RIL, PT. Roda Mas Timber Kalimantan melakukan kerjasama dengan TFF (Tropical Forest Foundation), dengan melaksanakan pelatihan RIL. Di samping itu PT. Roda Mas Timber Kalimantan secara berkala (setiap tahun) juga memberikan penyegaran terkait penerapan RIL di lapangan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pelaksanaan RIL.
Penerapan RIL dimulai dari pelaksanaan risalah hutan dengan intensitas 100 % untuk mendapatkan data dasar setiap petak kerja, berupa topografi dan penyebaran pohon produksi, pohon lindung dan pohon inti. Selain itu pada saat risalah hutan juga dilakukan pendataan hasil hutan non kayu (non timber forest product) dan situs adat masyarakat.

Data-data yang diperoleh pada saat risalah hutan terutama topografi dan penyebaran pohon selanjutnya dituangkan dalam peta kerja skala 1 : 1.000, sebagai dasar untuk pembuatan rencana jalan sarad dan arah rebah. Penandaan jalan sarad di setiap petak kerja dilakukan dengan menggunakan cat berwarna kuning dan dilakukan oleh regu yang berbeda dengan regu risalah hutan.
Peta perencanaan jalan sarad dan arah rebah skala 1 : 1.000 tersebut selanjutnya digunakan oleh operator chainsaw dan operator skidder/buldoser untuk pedoman kegiatan penebangan dan penyaradan pohon.

4. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HUTAN
Kegiatan penelitian tahun 2012 lebih diarahkan untuk evaluasi RIL dan pembinaan sistim bina pilih.
Evaluasi RIL merupakan kelanjutan atas ujicoba dan studi RIL, yang telah dimulai sejak tahun 2000. Dari hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RIL diperoleh gambaran bahwa penerapan sistem RIL berpeluang memberikan beberapa manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung diantaranya :
1. Meningkatkan produktivitas produksi
2. Memperkecil tingkat kerusakan alat-alat berat
3. Meningkatkan profesionalisme dan prestasi kerja
4. Meningkatkan fungsi pengawasan dan evaluasi yang efektif.
5. Memperkecil tingkat kerusakan terhadap tanah, permudaan dan tegakan tinggal.
Perusahaan telah mendapatkan sertifikat Legal Of Verified With Chain Of Castody dari Tropical Forest Foundation/TFF No. A06240, dalam Perencanaan dan Pelaksanaan RIL.

5. KELOLA SOSIAL
Realisasi kegiatan kelola sosial pada tahun 2012 diprioritaskan bagi masyarakat di dalam/sekitar hutan dimana perusahaan melakukan operasional.
Sasaran program adalah sesuai aspirasi masyarakat dan lebih diutamakan guna penyediaan sarana dan prasarana umum/sosial seperti pengadaan BBM untuk penerangan/listrik desa, pelayanan/peningkatan kesehatan masyarakat khususnya balita melalui Posyandu bekerja sama dengan Puskesmas setempat, menyukseskan program wajib belajar melalui pemberian beasiswa dan/atau bantuan pendidikan berupa buku-buku sekolah di sekitar areal IUPHHK, penyediaan bibit tanaman karet, kakao dan/atau tanaman kehidupan (buah-buahan), serta bantuan untuk kelancaran

Perusahaan juga melakukan monitoring perburuan dan perdagangan satwa liar setiap bulannya. Tujuan dari kegiatan monitoring perburuan satwa liar oleh masyarakat ini adalah untuk: a). Mengumpulkan semua data dan informasi yang berhubungan dengan aktivitas perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi oleh Pemerintah/CITES/IUCN yang terjadi di dalam dan sekitar areal unit manajemen; b). Melakukan sosialisasi penyadartahuan kepada masyarakat apabila terdapat perburuan dan perdagangan satwa liar khususnya yang dilindungi Pemerintah.

Intensitas perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi Pemerintah di Unit Manajemen relatif kecil karena masyarakat sebagian besar berburu Babi Hutan yang bukan satwa liar dilindungi Pemerintah. Aktifitas perburuan satwa liar khususnya yang dilindungi pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat biasanya sebagai perlengkapan acara adat contohnya tanduk Payau sebagai hulu parang, kulit dan taring Macan Dahan, kulit Beruang Madu, dan bulu Burung Enggang. Masyarakat tidak melakukan perburuan satwa liar dilindungi secara besar-besaran dan tidak untuk diperdagangkan.

6. KELOLA LINGKUNGAN
Pada tahun 2012 dalam rangka pelaksanaan pengelolaan (pengendalian/ penanggulangan/ pengembangan) dan pemantauan lingkungan telah dilaksanakan kegiatan pengelolaan kawasan lindung, pengendalian dampak erosi, pengelolaan dan pemantauan keanekaragaman hayati dan monitoring HCVF.
Kegiatan pengelolaan kawasan lindung meliputi penandaan batas, pemeliharaan dan pemasangan papan-papan peringatan di lokasi mata air, sempadan sungai dan perlintasan satwa. Sedangkan untuk memastikan keutuhan fungsi/keberadaannya dilakukan pemantauan secara periodik pada lokasi-lokasi tertentu terutama yang rentan terhadap gangguan dan pada areal Plasma Nutfah.
Untuk pengendalian dampak erosi dilakukan penerapan RIL secara konsisten di lapangan termasuk pembuatan sudetan pada bekas jalan sarad.

Berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan keanekaragaman hayati, khususnya tehadap jenis-jenis dilindungi/langka/endemik dilakukan upaya antara lain: perlindungan areal plasma nutfah, pencatatan (identifiikasi) jenis satwa dilindungi/langka/endemik dan penanaman jenis-jenis pohon dilindungi serta pemasangan papan larangan berburu dan larangan penebangan pohon tanpa izin.
Penanganan limbah cair dilakukan dengan seminisasi lantai di tempat pengisian BBM serta melakukan pengecekan dan pengecatan tangki secara periodik. Melalui bantuan dan kerjasama dengan TNC, telah dilakukan identifikasi dan penilaian HCVF. Selain itu juga dilaksanakan sosialisasi teknik dan praktek pengelolaan limbah, baik limbah domestik atau limbah B3 (padat dan cair) secara rutin untuk meningkatkan kesadaran karyawan/pekerja.
Terkait penanganan limbah B3 telah dibuat perjanjian kerjasama dengan PT Prima Utama Waste Collection Industries, yang memiliki izin menampung dan menyimpan serta pusat pengolahan limbah B3 di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Perjanjian No. 48/RMA-S/C.2.c/III/2012.

7. BAGIAN UMUM
Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja, khususnya untuk pelaksana di lapangan pada tahun 2012 telah dilakukan pengembangan SDM, baik dengan melakukan sosialisasi maupun melakukan pelatihan internal (In House Trainning), antara lain :
- Penyegaran Tehnik Pembalakan Sistem RIL
- Pelatihan Tehnik Penebangan dan arah rebah
- Pelatihan Pengenalan Jenis Pohon
- Pelatihan Tehnik Survey Topografi / Pohon
- Pelatihan Pemetaan berbasis G I S
- Pelatihan Tehnik Pembuatan Trase Jalan
- Pelatihan pengenalan jenis burung
- Pelatihan Monitoring HCVF
- Pelatihan Produksi bibit dan pemeliharaan bibit persemaian
- Pelatihan pemadaman kebakaran
- Pelatihan pengenalan jenis Flora dan Fauna yang dilindungi
- Pelatihan K 3 / P 3 K
- Sosialisasi lokasi kawasan lindung kepada masyarakat
- Sosialisasi jenis Flora dan Fauna yang dilindungi kepada masyarakat
- Sosialisasi Pemakaian APD
- Sosialisasi masalah Pembuangan Limbah/Sampah

 


 PUBLIC SUMMARY

HASIL MONITORING DAN EVALUASI TAHUN 2011

Dengan komitmen untuk mengelola hutan secara lestari dan bertekad untuk mendapatkan sertifikasi Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) skema Forest Stewardship Council (FSC®), perusahaan selalu berupaya melakukan perencanaan yang jelas dan rinci dalam melaksanakan kegiatannya. Perencanaan hutan tersebut merupakan landasan dan pengarahan rasional bagi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut pun dilaksanakan dengan menerapkan teknik pengelolaan hutan yang ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat sekitar.

Selain agar pengelolaan hutan dapat terarah dan terkendali sehingga tujuan yang perusahaan tetapkan dapat tercapai, tujuan lain dalam penyusunan perencanaan adalah agar dapat dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Pada hakekatnya evaluasi ini diharapkan berperan penting dalam upaya meningkatkan kualitas operasional dan berkontribusi dalam memandu pembuat kebijakan di seluruh level unit manajemen.

Berikut ini merupakan ringkasan hasil kegiatan monitoring dan evaluasi selama tahun 2011 yang dilakukan oleh semua bagian yang ada Unit Manajemen PT. Roda Mas Timber Kalimantan.

1. PERENCANAAN HUTAN

a. Pemeliharan Tata Batas

Pada tahun 2011 telah dilakukan pemeliharaan tata batas areal IUPHHK-HA  sepanjang 15.068 meter. Pemeliharaan tata batas diprioritaskan untuk lokasi yang bersinggungan dengan operasional RKT ke depan dan/atau lokasi-lokasi strategis lainnya seperti batas persekutuan dengan areal IUPHHK-HA lain.

b. Penataan Areal Kerja (PAK), Inventarisasi Tegakan Sebelum Penanaman (ITSP) dan Survey PWH

Pembuatan batas blok dan petak/PAK tahun 2011 terealisasi seluas 1.800 Ha. Pelaksanaan ITSP meliputi sensus pohon (100%) dan pengukuran untuk pemetaan topografi skala 1 : 1000 atau 5.000, dimana perusahaan telah menerapkan pembalakan ramah lingkungan (RIL). Survey PWH meliputi perencanaan “Lay Out RIL” di atas peta kontur dan pohon, kemudian dilaksanakan pengukuran dan penetapan jalan utama, jalan cabang serta jalan ranting dan jalan sarad di lapangan.

2. PEMANENAN

PT Roda Mas Timber Kalimantan dalam kegiatan pemanenan kayu telah menerapkan  RIL (Reduced Impact Logging), sebagai upaya untuk menuju pengelolaan hutan produksi lestari.

Semenjak tahun 2000 ujicoba dan studi RIL telah dilakukan  perusahaan, dari hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RIL diperoleh gambaran bahwa penerapan sistem RIL berpeluang memberikan beberapa manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung diantaranya :

1. Meningkatkan produktivitas produksi

2. Memperkecil tingkat kerusakan alat-alat berat

3. Meningkatkan profesionalisme dan prestasi kerja

4. Meningkatkan fungsi pengawasan dan evaluasi yang efektif.

5. Memperkecil tingkat kerusakan terhadap tanah, permudaan dan tegakan tinggal.

Perusahaan telah mendapatkan sertifikat Legal Of Verified With Chain Of Castody dari Tropical Forest Foundation/TFF No. A06240, dalam Perencanaan dan Pelaksanaan RIL.

Penerapan RIL  diawali dengan kegiatan perencanaan pemanenan kayu yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu  penebangan  dan penyaradan  yang berpedoman pada peta pemanenan kayu, pembagian batang, penandaan identitas kayu dan pengangkutan.

Untuk peningkatan kapasitas SDM dalam penerapan RIL, PT. Roda Mas Timber Kalimantan melakukan kerjasama dengan TFF (Tropical Forest Foundation), dengan melaksanakan pelatihan RIL. Di samping itu PT. Roda Mas Timber Kalimantan secara berkala (setiap tahun) juga memberikan penyegaran terkait penerapan RIL di lapangan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pelaksanaan RIL.

Penerapan RIL dimulai dari pelaksanaan risalah hutan dengan intensitas 100 % untuk mendapatkan data dasar setiap petak kerja, berupa topografi dan penyebaran pohon produksi, pohon lindung dan pohon inti. Selain itu pada saat risalah hutan juga dilakukan pendataan hasil hutan non kayu (non timber forest product) dan situs adat masyarakat.

Data-data yang diperoleh pada saat risalah hutan terutama topografi dan penyebaran pohon selanjutnya dituangkan dalam peta kerja skala 1 : 1.000, sebagai dasar untuk pembuatan rencana jalan sarad dan arah rebah. Penandaan jalan sarad di setiap petak kerja dilakukan dengan menggunakan cat berwarna kuning dan dilakukan oleh regu yang berbeda dengan regu risalah hutan.

Peta perencanaan jalan sarad dan arah rebah skala 1 : 1.000 tersebut selanjutnya digunakan oleh operator chainsaw dan operator skidder/buldoser untuk pedoman kegiatan penebangan dan penyaradan pohon.

3. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HUTAN

Kegiatan penelitian dan pengembangan difokuskan pada semua aspek silvikultur dari Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) dan kegiatan pemanfaatan hutan lainnya. Kegiatan penelitian dan pengembangan dilakukan untuk menghasilkan informasi/data yang berguna untuk kegiatan pengelolaan hutan yang baik dan dilaksanakan secara independen oleh perusahaan atau bersama-sama dengan Institusi pendidikan tinggi dan atau konsultan, serta lembaga internasional dan nasional, seperti Tropical Forest Foundation (TFF), The Nature Conservancy (TNC), dll.

  

Beberapa penelitian telah dan masih terus dilakukan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pengelolaan hutan yang baik, produktif dan bertanggung jawab, antara lain:  

a. Evaluasi Reduce Impact Logging (RIL) bekerjasama dengan TFF

b. Penelitian pembinaan hutan sistem bina pilih

c. Ujicoba penanaman Dipterocarpaceae

d. Ujicoba penanaman stek Dipterocarpaceae

e. Ujicoba penanaman pohon plus (Tengkawang)

f. Penelitian dalam bidang sosial-ekonomi (bekerja sama dengan TNC dan PT Inti Mitra Makmur diantaranya:

   - Penelitian sosial untuk menyusun data base sosial desa-desa sekitar dan di dalam PT Roda Mas Timber Kalimantan

   - Penelitian dampak sosial ekonomi dari kegiatan operasional PT Roda Mas Timber Kalimantan

g. Penelitian dalam bidang konservasi dan lingkungan bekerja sama dengan TNC dan pakar.

   - Inventarisasi Flora dan Fauna

   - Teknik Pengayaan Intensif di hutan Alam Produksi Bekas Tebangan

   - Identifikasi High Conservation Value Forest (HCVF)

PT Roda Mas Timber Kalimantan menyadari bahwa keberhasilan usaha kehutanan yang menjadi misinya sangat tergantung pada keahlian, profesionalisme dan kualitas personilnya. Oleh karena itu PT Roda Mas Timber Kalimantan memiliki komitmen untuk senantiasa mengembangkan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki. Personil dalam level manajemen diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan dan potensinya melalui pendidikan dan pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan secara mandiri (in house training) atau melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan di Indonesia, baik swasta maupun pemerintah.

 4. PERSEMAIAN DAN PENANAMAN

Kegiatan penanaman yang dilaksanakan di PT Roda Mas Timber Kalimantan terdiri atas :

1. Penanaman Pengayaan/Rehabilitasi

2. Penanaman Kanan Kiri jalan

3. Penanaman Areal Tidak Produktif.

Penanaman Pengayaan dan Rehabilitasi dilaksanakan pada areal dengan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), kegiatan penanaman ini dilakukan pada bekas jalan sarad dan TPn. Jenis yang ditanam adalah jenis Dipterocarpaceae dan Non Dipterocarpaceae dengan jarak tanam 5 meter x 5 meter untuk tanaman pengayaan dan 3 meter x 3 meter untuk penanaman rehabilitasi. Tujuan penanaman  agar daerah-daerah terbuka cepat tertutup dan memperbaiki komposisis serta memperbaiki komposisi serta jenis permudaan sehingga meningkatkan produktivitas tegakan.


Penanaman Kanan Kiri Jalan dilaksanakan pada kanan kiri jalan angkutan, penanaman ini dilaksanakan untuk mengembalikan produktivitas  tegakan dan mempercepat penutupan permukaan tanah di kanan kiri jalan angkutan karena pada pembuatannya telah dilakukan tebang bayang. Jenis yang ditanam selain Dipterocarpaceae dan Non Dipterocarpaceae juga jenis tanaman penghidupan.

Penanaman Areal Tidak Produktif dilaksanakan pada areal bekas perladangan berpindah, kegiatan penanaman ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi areal bekas ladang berpindah menjadi hutan kembali. Jenis yang ditanam selain Dipterocarpaceae dan Non Dipterocarpaceae juga tanaman buah dan tanaman perkebunan. Pada pelaksanaanya kegiatan Penanaman Areal Tidak Produktif melibatkan masyarakat pemilik ladang.

Terdapat bibit asal cabutan alami, stek pucuk dan biji yang terdapat di persemaian dengan jenis-jenis antara lain meranti, durian, lai, sungkai, kapur, agathis, tengkawang, jabon dan nyawai. Dari hasil pengamatan dan perhitungan, persentasi hidup bibit asal cabutan alami dan stek pucuk tergolong tinggi dengan persentase hidup sekitar 98%.

5. KELOLA SOSIAL

Realisasi kegiatan kelola sosial pada tahun 2011 diprioritaskan bagi masyarakat di dalam/sekitar hutan dimana perusahaan melakukan operasional.

Sasaran program adalah sesuai aspirasi masyarakat dan lebih diutamakan guna penyediaan sarana dan prasarana umum/sosial seperti pengadaan BBM untuk penerangan/listrik desa, pelayanan/peningkatan kesehatan masyarakat khususnya balita melalui Posyandu bekerja sama dengan Puskesmas setempat, menyukseskan program wajib belajar melalui pemberian beasiswa dan/atau bantuan pendidikan berupa buku-buku sekolah di sekitar areal IUPHHK, penyediaan bibit tanaman karet, kakao dan/atau tanaman kehidupan (buah-buahan), serta bantuan untuk kelancaran

Perusahaan juga melakukan monitoring perburuan dan perdagangan satwa liar setiap bulannya. Tujuan dari kegiatan monitoring perburuan satwa liar oleh masyarakat ini adalah untuk: a). Mengumpulkan semua data dan informasi yang berhubungan dengan aktivitas perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi oleh Pemerintah/CITES/IUCN yang terjadi di dalam dan sekitar areal unit manajemen; b). Melakukan sosialisasi penyadartahuan kepada masyarakat apabila terdapat perburuan dan perdagangan satwa liar khususnya yang dilindungi Pemerintah.

Intensitas perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi Pemerintah di Unit Manajemen relatif kecil karena masyarakat sebagian besar berburu Babi Hutan yang bukan satwa liar dilindungi Pemerintah. Aktifitas perburuan satwa liar khususnya yang dilindungi pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat biasanya sebagai perlengkapan acara adat contohnya tanduk Payau sebagai hulu parang, kulit dan taring Macan Dahan, kulit Beruang Madu, dan bulu Burung Enggang. Masyarakat tidak melakukan perburuan satwa liar dilindungi secara besar-besaran dan tidak untuk diperdagangkan.

6. KELOLA LINGKUNGAN

Hasil pengamatan curah hujan tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Pengamatan tinggi muka air dilakukan di Sungai Mahakam. Manfaat kegiatan ini adalah sebagai dasar acuan untuk kegiatan merakit kayu, pedoman status siaga banjir dan sebagai acuan kelayakan perjalanan menggunakan longboat. Hasil pengamatan sepanjang tahun 2011 adalah sebagai berikut:

7. BAGIAN UMUM

Selama tahun 2011, bagian personalia melakukan berbagai macam pelatihan dan sosialisasi yaitu :

- Pelatihan teknik arah rebah pohon dalam penebangan sistem RIL bekerjasama dengan TFF

- Pelatihan dan survei lapangan dalam rangka penilaian dampak sosial bekerja sama dengan PT Inti Mitra Makmur

- Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bekerja sama dengan PT Indo Human Resource.

- Workshop HCVF Unit Manajemen dilakasanakan di Swiss Bell Hotel Samarinda atas kerjasama TBI, CuC dan Tropenbos Indonesia

- Refresing Pelatihan K3 untuk seluruh karyawan Unit II Camp Sei Boh.

Disamping itu untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja, khususnya untuk pelaksana di lapangan pada tahun 2011 telah dilakukan pendidikan dan latihan dengan mengirimkan beberapa karyawan untuk mengikuti pelatihan yang terkait dengan bidang tugasnya yakni :

-  Pelatihan Manager PHPL

-  Pelatihan GANISPHPL Pembinaan Hutan

-  Pelatihan GANISPHPL Pemanenan Hasil Hutan

-  Pelatihan GANISPHPL Kelola Sosial

-  Pelatihan GANISPHPL Timber Cruising

-  Pelatihan Monitoring Flora dan Fauna

-  Penilaian kinerja GANISPHPL Perencanaan Hutan

-  Penilaian kinerja GANISPHPL Penguji Kayu Bulat

Pembangunan fasilitas yang dilakukan adalah di bidang lingkungan dan kesehatan. Fasilitas lingkungan yang dibangun adalah pembangunan oil trap di bengkel, semenisasi gudang BBM, tempat pembuangan akhir (TPA) limbah rumah tangga. Selain itu juga dibangun ruang pertemuan dan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan dan alat pelindung diri/APD.

Go to top